Pengertian Akuntansi Keuangan – Manajemen perusahaan memiliki tanggungjawab untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Sedangkan manajer mempunyai pertanggungjawaban keuangan, termasuk kepada para pemegang saham. Itulah mengapa laporan keuangan dibutuhkan oleh manajemen. Yakni sebagai bahan untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan perusahaan.

Isi dan bentuk laporan keuangan wajib disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan. Akan tetapi pihak manajemen punya kewenangan untuk menambahkan informasi tambahan guna memenuhi kebutuhannya sendiri. Meski begitu pada dasarnya laporan keuangan terdiri dari neraca, laba rugi, perubahan modal, dan aliran kas. Informasi keuangan untuk kepentingan manajemen itu dikenal sebagai akuntansi manajemen.

Lain halnya dengan akuntansi keuangan yang penggunaannya untuk pihak luar atau ekstern. Akuntansi manajemen dibuat untuk kepentingan manajemen (intern) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan.

Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli

Akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan dan ditujukan kepada pihak-pihak yang yang berkepentingan terhadap perusahaan. Informasi keuangan tersebut berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan perhitungan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan aliran kas.

Ada beberapa definisi akuntansi keuangan menurut para ahli. Sebagai misal, menurut Kieso & Weygant, akuntansi keuangan adalah serangkaian proses yang berujung pada penyusunan laporan keuangan yang berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan baik internal maupun eksternal perusahaan.

Sedangkan menurut Sugiarto, akuntansi keuangan adalah bidang dalam akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan suatu perusahaan yang dilakukan secara berkala. Laporan ini dibuat sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah Aset = Ekuitas + Liabilitas yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Lalu Niswonger, Fess dan Warrant mengemukakan pendapat, akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan data kegiatan ekonomi suatu perusahaan. Laporan tersebut akan menghasilkan berbagai informasi keuangan yang berguna bagi lembaga pemerintah, pemilik, kreditor, dan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Jogianto menyatakan bahwa akuntansi keuangan adalah penyediaan suatu informasi yang relevan berupa laporan-laporan periodik (berkala), seperti balance sheet, income statement, retained earning, dan laporan perubahan modal yang berguna bagi pihak internal perusahaan yaitu pihak manajemen dan pihak eksternal sebagai dasar pengambilan keputusan.

Baca juga: Materi dan Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Fungsi Akuntansi Keuangan

Secara umum fungsi akuntansi keuangan adalah menyajikan informasi seputar keuangan perusahaan. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat posisi keuangan dan apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Di samping itu bagi pihak manajemen, informasi yang tersaji dalam akuntansi keuangan bisa digunakan untuk pengambilan keputusan strategis di masa mendatang.

Selain fungsi umum di atas, ada fungsi utama lainnya dari akuntansi keuangan. Selengkapnya diuraikan di bawah ini.

Fungsi Utama Akuntansi Keuangan

  1. Mengetahui dan menghitung laba maupun rugi yang diperoleh perusahaan. Akuntansi keuangan bertujuan memberikan informasi dan data keuangan yang bisa membantu para pengguna laporan untuk mengetahui laba dan rugi perusahaan, termasuk memprediksi potensi laba di masa mendatang.
  2. Menyajikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan. Pihak manajemen memerlukan informasi keuangan untuk bahan evaluasi terhadap kinerja. Tidak hanya itu, informasi keuangan juga berguna sebagai gambaran alternatif untuk pengambilan keputusan di masa mendatang. Akuntansi keuangan memberikan gambaran sejumlah faktor yang mungkin akan timbul di masa yang akan datang. Dengan gambaran tersebut, pihak manajemen akan lebih mudah untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.
  3. Supaya dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang mempunyai suatu kepentingan dalam suatu perusahaan, baik pihak internal maupun eksternal. Ada hak laba (bagi pemegang saham dan investor), hak pelunasan pinjaman (untuk kreditor dan pemasok), hak pajak terhutang (pemerintah) dan yang terakhir hak balas jasa (manajemen dan karyawan). Bagi pemegang saham dan investor haknya tidak hanya laba, namun juga mengetahui perkembangan dan masa depan perusahaan untuk meminimalisir resiko modal dan saham yang mereka miliki.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai tindakan yang terjadi pada perusahaan. Pemegang saham sebagai salah satu pengguna laporan keuangan memiliki kewenangan untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai tindakan strategis perusahaan. Selain pemegang saham, pihak intern seperti komisaris juga memiliki peran serupa. Sedangkan pihak lain dari eksternal yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan perusahaan adalah pemerintah melalui regulasi dan kebijakan ekonomi.
  5. Untuk membantu suatu perusahaan dalam mencapai targetnya, baik target jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Laporan keuangan mengevaluasi keberhasilan target jangka pendek. target jangka pendek ini bisa menjadi evaluasi untuk mencapai target jangka menengah dan jangka panjang.

Baca juga: Pengertian Akuntansi – Definisi, Fungsi dan Laporan Dasar Akuntansi

Fungsi Akuntansi Keuangan Menurut Jenis Laporan Keuangan

  1. Neraca

    • Untuk enunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
    • Memberikan informasi mengenai alokasi penggunaan dana perusahaan yang menjadi kebijakan investasi perusahaan.
    • Memberikan informasi seputar sumber dana untuk membiayai suatu investasi.
  1. Laporan Laba/Rugi

    • Dipakai untuk menilai keberhasilan operasi dan efisiensi manajemen dalam mengolah kegiatan operasional perusahaan.
    • Menilai profitabilitas (kemampuan perusahaan menghasilkan laba) dari modal yang diinvestasikan ke perusahaan tersebut.
    • Membuat perencanaan laba yang akan didapat di masa depan.
  1. Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

    • Untuk mengetahui perubahan aktiva.
    • Untuk mengetahui tentang perubahan kewajiban.
    • Mengetahui bagaimana kinerja perusahaan.
  1. Laporan Arus/Aliran Kas

    • Memudahkan investor dan kreditur dalam memprediksi jumlah kas yang akan diterima dalam bentuk dividen, bunga, atau pengembalian pokok dana yang ditanam di perusahaan.
    • Membantu manajemen untuk memperkirakan risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Fungsi Akuntansi Keuangan Berdasarkan Peranannya

  • Sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi keuangan. Ada berbagai macam informasi terkait keuangan perusahaan, seperti kondisi modal, transaksi penjualan, transaksi pembelian, dan beberapa transaksi lainnya.
  • Untuk menyediakan laporan keuangan bagi pihak eksternal. Laporan tersebut nantinya menjadi tolok ukur bagi pihak eksternal perusahaan dalam mengambil keputusan terkait perusahaan seperti perjanjian jual beli, besaran pajak, pemberian kredit, dll.
  • Sebagai pengaudit internal perusahaan. Akuntansi keuangan memungkinkan pihak terkait megetahui ada tidaknya kesalahan ataupun penyelewengan yang terjadi di dalam perusahaan, sehingga dapat segera diidentifikasi dan diatasi.

Fungsi Laporan Keuangan bagi Pihak Ekternal

  1. Pemegang Saham. Informasi yang memungkinkan pihak pemegang saham untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.
  2. Investor. Penanam modal membutuhkan informasi data keuangan supaya dapat mengetahui apakah dana yang mereka investasikan adalah layak (Feasible) atau tidak. Dengan begitu dapat mencegah risiko kerugian yang besar.
  3. Kreditur. Informasi yang tersaji dipakai dalam rangka menilai kemampuan perusahaan untuk membayar imbalan jasa dan pengembalian hutang pokok saat jatuh tempo.
  4. Supplier. Untuk menilai apakah tagihan penjualan pihak supplier akan dibayar perusahaan pada saat jatuh tempo.
  5. Pemerintah. Berfungsi untuk penetapan kebijakan pajak dan data statistik pendapatan nasional.

Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan

  1. Pengantar Akuntansi Dasar. Pemahaman mengenai persamaan dasar-dasar akuntansi, siklus akuntansi, penyusunan kode akun (Chart of Account), pencatatan transaksi dan perkiraan, jurnal umum (General Ledger), pembuatan kertas kerja (Worksheets) laporan keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah. skuntansi biaya, penyusunan laporan keuangan,  pemahaman tentang prosedur akuntansi dan keuangan, mencakup kebijakan dan prosedur: kas dan setara kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Mempelajari mengenai pembentukan persekutuan atau penggabungan usaha, integritas penyajian laporan keuangan, analisa laporan keuangan, penyusunan laporan keuangan konsolidasi, perubahan kepemilikan saham, penjualan konsinyasi, likuidasi penjualan angsuran, dan investasi saham.

Demikian materi akuntansi keuangan yang meliputi definisi, fungsi dan standarisasi. Semoga informasi yang tersaji di atas bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s