Dasar-Dasar Akuntansi, Materi dasar-dasar akuntansi tidak terlepas dari siklus akuntansi, perencanaan pengelompokkan akun akuntansi, proses membuat jurnal, dan menyusun laporan keuangan (Financial Statements). Pada kesempatan ini, akan dibahas lebih dalam seputar dasar-dasar akuntansi yang meliputi persamaan dasar akuntansi, prinsip dasar akuntansi hingga laporan keuangan.

Persamaan Dasar Akuntansi 

Seorang yang ingin belajar akuntansi atau ingin menjadi seorang akuntan harus memahami prinsip dasar dan persamaan akuntansi ini karena sifatnya sangat vital dalam melakukan setiap pengelompokan jurnal transaksi debet dan kredit.

Prinsip persamaan dasar akuntansi meliputi:

  • Harta (Aktiva) = Hutang (Liabilities) + Modal (Capital)

Jurnal Transaksi Kelompok Aktiva:

  • Debet (+) (Menambah Aktiva), Kredit (–) (Mengurangi Aktiva)

Jurnal Transaksi Kelompok Modal:

  1. MODAL DISETOR:
    • Debet (-) (Mengurangi Modal), Kredit (+) (Menambah Modal)
  2. LABA DITAHAN:
    • Penjualan: Debet (-), Kredit (+)
    • Biaya: Debet (+), Kredit (-)
    • Deviden: Debet (+), Kredit (-)

Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip dasar akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postutat akuntansi, dan konsep teoritis akuntansi, serta sebagai dasar pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.

Terdapat lima prinsip dasar akuntansi yang dipakai untuk mencatat transaksi, antara lain:

  1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisi. Hal tersebut seringkali dikenal sebagai prinsip biaya historis. Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal, dan biaya.

  1. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)

Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta atau aktiva yang muncul akibat penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang dipakai untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

  1. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Prinsip mempertemukan biaya artinya mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip tersebut berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Jika pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.

  1. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang dipakai dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Dengan demikian jika terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.

  1. Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Prinsip pengungkapan penuh adalah penyajian informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam laporan keuangan.

Semoga materi di atas bisa membantu Anda dalam belajar dasar-dasar akuntansi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s